Sabtu, 19 Desember 2009

PEMBELAJARAN LANGSUNG: APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

A. Istilah dan Pengertian Model Pembelajaran Langsung
Model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.
Model ini paling sesuai untuk mata pelajaran yang berorientasi pada penampilan atau kinerja seperti menulis, membaca, matematika, musik dan pendidikan jasmani. Disamping itu pengajaran langsung juga cocok untuk mengajarkan komponen-komponen keterampilan dari mata pelajaran sejarah dan sains.

B. Ciri-ciri Model Pembelajaran Langsung
Ciri-ciri model pembelajaran langsung adalah sebagai berikut:
1. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar
2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.

C. Landasan Teori
Pengajaran langsung banyak diilhami oleh teori belajar sosial yang juga sering disebut belajar melalui observasi. Arends menyebutnya sebagai teori pemodelan tingkah laku. Tokoh lain yang menyumbang dasar pengembangan model pembelajaran langsung adalah John Dolard, Neal Miller, dan Albert Bandora yang percaya bahwa sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain.
Pemikiran mendasar dari model pembelajaran langsung adalah bahwa siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku gu ru. Atas dasar pemikiran tersebut hal penting yang harus diingat dalam menerapkan model pembelajaran langsung adalah menghindari penyampaian yang terlalu kompleks

D. Tujuan Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa
Seringkali penggunaan pengetahuan prosedural memerlukan penguasaan pengetahuan prasyarat yang berupa pengetahuan deklaratif. Para guru selalu menghendaki agar siswa-siswa memperoleh kedua macam pengetahuan tersebut, supaya mereka dapat melakukan suatu kegiatan dan melakukan segala sesuatu dengan berhasil.
Para pakar teori belajar pada umumnya membedakan dua macam pengetahuan, yakni pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif (dapat diungkapkan dengan kata-kata) adalah pengetahuan tentang sesuatu, sedangkan pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.

E. Sintaks atau Pola Keseluruhan dan Alur Kegiatan Pembelajaran
Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting. Pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok. Pembelajaran langsung digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformasikan langsung oleh guru kepada siswa.
Sintaks model pembelajaran langsung tersebut disajikan dalam 5 tahap, seperti tabel berikut:
Tabel 1. Sintaks Model Pengajaran Langsung
Fase Peran Guru
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar
Fase 2
Mendemostrasikan pengetahuan dan keterampilan Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap
Fase 3
Membimbing pelatihan Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal
Fase 4
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik.
Fase 5
Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjut dan penerapan Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

F. Tugas-Tugas Perencanaan
Sebelum melaksanakan pembelajaran langsung guru perlu merencanakan proses pembelajaran. Adapun tugas-tugas perencanaan guru adalah :
a. Merumuskan Tujuan
Menurut Mager tujuan yang baik perlu berorientasi pada siswa yang spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).
b. Memilih Isi
Bagi guru pemula yang masih dalam proses penguasaan sepenuhnya materi ajar, disarankan agar dalam memilih materi ajar mengacu pada GBPP kurikulum yang berlaku, dan buku ajar tertentu (Kardi & Nur,2000:20).
c. Melakukan Analisis Tugas
Analisis tugas ini adalah alat yang digunakan oleh guru untuk mengidentifikasi dengan presisi yang tinggi hakikat yang setepatnya dari suatu keterampilan atau butir pengetahuan yang terstruktur dengan baik, yang akan diajarkan oleh guru.
d. Merencanakan Waktu dan Ruang
Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh guru:
• Memastikan bahwa waktu yang disediakan sepadan dengan bakat dan kemampuan siswa
• Memotivasi siswa agar mereka tetap melakukan tugas-tugasnya dengan perhatian yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA
Asep Herry Hernawan dkk. 2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
Kardi, S dan Nur, M. 2004. Pengajaran Langsung. Surabaya: PSMS Unesa
Suryanti dkk. 2008. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Press

PEMBELAJARAN TEMATIK SEBAGAI BAGIAN DARI PEMBELAJARAN TERPADU

Sebelum memasuki bangku sekolah, anak terbiasa memandang dan mempelajari segala hal yang terjadi di sekitarnya atau yang dialaminya sebagai suatu kesatuan yang utuh (holistik), mereka tidak melihat semua hal tersebut secara parsial (terpisah-pisah). Sayangnya, ketika memasuki situasi belajar secara formal di bangku sekolah dasar, mereka disuguhi oleh berbagai ilmu atau mata pelajran yang terpisah satu sama lain sehingga mereka terkadang mengalami kesulitan untuk memahami fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat dan alam sekitarnya.


Sebagi solusi atas permasalahan tersebut maka muncullah suatu konsepsi pembelajaran yaitu pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.

Pembelajaran terpadu memiliki beberapa model, yaitu model penggalan (Fragmented), keterhubungan (Connected), urutan/rangkaian (Sequenced), sarang (Nested), bagian (Shared), jaring laba-laba (Webbed), Galur (Threaded), keterpaduan (Integrated), celupan (Immersed), dan jaringan (Network). Pembelajaran yang paling populer adalah pembelajaran terpadu model webbed. Pembelajaran model webbed adalah pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (center of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnya. Pembelajaran model webbed dikenal dengan sebutan pembelajaran tematik.




Diagram model jaring tematik

Pendekatan pembelajaran ini dimulai dengan menentukan tema, yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Dari subtema tersebut diharapkan aktivitas siswa dapat berkembang dengan sendirinya.

Beberapa contoh tema yang dapat dipertimbangakan pengembangannya di sekolah dasar diantaranya:

• diri sendiri

• keluarga

• lingkungan

• kebersihan dan kesehatan

• budi pekerti

• tempat umum

• kegiatan sehari-hari

• peristiwa alam

• kegemaran

• permainaan

• alat komunikasi

• transportasi

• hewan dan tumbuhan

• hiburan

• rekreasi

• negara

• pengalaman

• keperluan



Kekuatan pembelajaran tematik model jaring laba-laba adalah:

a) adanya faktor motivasional ynag dihasilkan dari menyeleksi tema yang sangat diminati

b) pengalaman dan kegiatan belajar akan relevan dengan tingkat perkembangan siswa

c) kegiatan yang dipilih dalam pembelajaran tematik sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

d) seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lama

e) menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkunganya

f) menumbuhkankembangkan keterampilan sosial siswa seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan respek terhadap terhadap gagasan orang lain.

g) pembelajaran tematik dapat menumbuhkembangkan keterampilan berpikir siswa

h) model jaring laba-laba relatif lebih mudah dilakukan oleh guru yang belum berpengalaman

i) mempermudah perencanaan kerja tim untuk mengembangkan tema ke dalam semua bidang isi pelajaran



Kendala dan keterbatasan dalam pembelajaran tematik adalah:

a) sulitnya menyeleksi tema

b) ada kecenderungan merumuskan suatu tema yang dangkal

c) tidak semua kompetensi dasar dapat dipadukan dalam satu tema

d) guru lebih fokus pada kegiatan daripada pengembangan konsep

e) dibutuhkan sarana dan prasarana belajar yang memadai untuk mencapai kompetensi dasar secara optimal

f) tidak semua guru sekolah dasar memahami konsep pembelajaran terpadu secara utuh serta sifat konservatif guru



DAFTAR PUSTAKA

Asep Herry Hernawan, Novi Resmini dan Andayani. 2008. Materi Pokok Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Resmini, Novi dkk. 1996. Penentuan Unit Tema dalam Pembelajaran Terpadu. Malang: IKIP Malang.

Tim pengembang PGSD. 1997. Pembelajaran Terpadu D-II dan S-1 Pendidikan Dasar. Jakarta: Dirjen Dikt